Home Internet Serangan Cyber “WannaCry” di Berbagai Negara Asia

Serangan Cyber “WannaCry” di Berbagai Negara Asia

178
BAGIKAN

China dan Jepang sama-sama menjadi korban serangan cyber “ransomware” global yang mengakibatkan kerugian di berbagai negara.

China

Media pemerintah China mengatakan lebih dari 29,000 institusi di seluruh negeri telah terinfeksi, bersama dengan ratusan ribu perangkat.

Xinhua News Agency mengutip Threat Intelligence Centre Qihoo 360, menambahkan bahwa korban terbanyak adalah Universitas dan Institusi pendidikan, berjumlah 4,341 atau sekitar 15% alamat protokol internet diserang.

Yang juga terkena dampaknya adalah Stasiun Kereta Api, Kantor Pos, Pengisian Bahan Bakar (POM), Rumah Sakit, Perkantoran, Pusat Perbelanjaan dan berbagai Layanan Pemerintah.

Xinhua mengatakan bahwa penyerangan mengakibatkan sistem yang digunakan oleh POM Bensin Petro China tidak dapat digunakan pelanggan seperti menggunakan kartu kredit untuk membayar. Sebagian besar POM telah kembali normal.

Jepang

Perusahaan Jepang mengatakan mereka berupaya mengatasi masalah yang diakibatkan oleh serangan cyber tersebut.

The Japan Computer Emergency Response Team mengatakan bahwa 2,000 komputer di 600 perusahaan Jepang juga mengalami gangguan.

Nissan mengkonfirmasi pada hari Senin beberapa unit menjadi target, namun hal tersebut nampaknya tidak berpengaruh pada bisnisnya.

Juru bicara Hitachi, Yuko Tainuchi mengatakan bahwa pihaknya mengalami penundaan pengiriman email dan menduga serangan cyber tersebut adalah “biang keroknya”.

Penyiar NTV melaporkan 600 perusahaan dan 2,000 komputer di Jepang terkena dampaknya.

Indonesia

Pemerintah Indonesia mendesak perusahaan untuk memperbarui keamanan komputer mereka setelah dua rumah sakit terkena dampak serangan cyber tersebut.

Kementrian Komunikasi dan Informasi mengatakan bahwa malware tersebut mengunci file pasien di rumah sakit yang berlokasi di Ibukota Jakarta.

Media lokal melaporkan bahwa pasien yang tiba di Rumah Sakit Kanker Dharmais selama akhir pekan tidak dapat memperoleh nomor antrian dan harus menunggu beberapa jam sementara staff memperbaikinya.

Kementrian telah mengumumkan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi serang tersebut termasuk pembaruan khusus untuk sistem operasi Microsoft.

Serangan awal yang dikenal sebagai “WannaCry” adalah serangan dengan motif pemerasan online terbesar dalam sejarah.