Home Teknopedia Point Of View: Ketika Oppo dan Vivo Menampar Apple di China

Point Of View: Ketika Oppo dan Vivo Menampar Apple di China

Sakit gak ya, Apple di tampar Oppo dan Vivo?

122
BAGIKAN

Merk smartphone Oppo dan Vivo berhasil merebut minat konsumen dalam beberapa tahun terakhir. Selama tahun 2016, kedua merk ini melampaui Apple dalam hal penjualan unit di China.

Minggu lalu, Oppo dan pendiri Vivo Duan Yongping berbicara tentang bagaimana Oppo dan Vivo mengambil alih penjualan Apple di China. “Apple tidak bisa mengalahkan kami di China karena mereka memiliki kekurangan”, katanya dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Bloomberg. “Kadang-kadang mereka terlalu keras kepala. Mereka membuat banyak hal besar, seperti sistem operasi mereka, tapi kami mengungguli mereka di daerah lain”.

Namun, ini terlalu dini untuk mengetahui apakah merek Oppo dan Vivo memiliki minat konsumen lebih banyak. Apalagi, jika mereka telah melampaui Apple dalam hal penjualan unit di China, itu karena Apple membiarkan mereka menguasai pasar tersebut.

Peningkatan Cepat Oppo dan Vivo

Lima tahun lalu, Oppo dan Vivo bersama-sama mencapai 3% dari pasar smartphone China. Seperti tahun 2014, Xiaomi (Lenovo dan Huawei) adalah merek smartphone domestik yang populer.

Namun, penjualan kedua merek ini telah melonjak sejak tahun 2015, berkat investasi mereka dalam membangun retail besar, khususnya di kota-kota kecil. Tingkat pertama pasar smartphone di China sangat sengit, namun di pasar yang lebih kecil, masih banyak yang pertama kali membeli. Dengan demikian, lebih banyak peluang menuju Cardiff [Eitss, bukan Champions League].

Oppo dan Vivo benar-benar “menampar” Apple di 2016. Jika digabungkan, penjualan dua merek ini di China lebih dari dua kali lipat menjadi 150 juta unit. Untuk setahun penuh, Oppo memimpin pasar dengan persentase penjualan 16,8%,  sedangkan Vivo berada di tempat ketiga dengan persentase 14,8%.

Sementara itu, penjualan Apple di China turun 23% tahun lalu menjadi 44,9 juta unit. Yang menduduki peringkat keempat dengan persentase  9,6%.

Apple Masih memiliki Keuntungan

Banyak pakar mengeluhkan, mengapa Apple kehilangan minat konsumen di China untuk saingan seperti Oppo dan Vivo dalam dua tahun terakhir? Karena, Duan Yongping Ace dari Vivo sebagian besar menyediakan fitur high-end dengan harga yang wajar.

Apple belum kalah dalam strategi ini, mereka ngotot karena ingin memaksimalkan pendapatan di pasar China dan tentunya, untuk melindungi nilai jangka panjang dari merek Apple.

Sebelumnya, penjualan iPhone menurun tahun lalu untuk pertama kalinya. Tapi, di tahun 2016, Apple juga mencatatkan nilai penjualan mencapai 79% dari keuntungan industri global smartphone dengan persentase 14,5%.

Apple mendapatkan keuntungan sekitar $300 pada setiap smartphone high-end yang dijual di China. Untuk menarik minat konsumen, harusnya Apple menawarkan model iPhone-khusus dengan harga yang lebih murah dari semua edisi iPhone sebagai perangkat andalannya.

Dalam kasus pertama, Apple akan kehilangan nama sebagai perangkat high-end dan masih mungkin tidak mendapatkan banyak keuntungan. Strategi kedua, mungkin akan mendorong peningkatan besar dalam penjualan unit. Jika Apple menghasilkan laba sekitar $50 per unit di China karena harga berbeda, itu berarti harus menjual enam kali lebih banyak iPhone seperti sekarang untuk mendapatkan keuntungan yang sama.

Oppo dan Vivo menawarkan harga dan kualitas untuk menarik minat pasar. Namun, BBK Elektronik adalah perusahaan tertutup, sehingga tidak ada yang tahu apakah mendapatkan banyak keuntungan dengan strategi ini.

Bisakah merek China mempertahankan keberhasilan mereka?

Ini juga tidak jelas apakah Oppo dan Vivo akan mampu mempertahankan keuntungan penjualan mereka baru-baru ini. Mengingat tahun sebelumnya, Xiaomi mendominasi di China. Namun, tampaknya mulai kehabisan bahan bakar dalam satu atau dua tahun terakhir.

Kemungkinan, Apple akan memulai “war of smartphone” tahun ini saat memperingati 10 tahun penjualan iPhone. Konsumen China sangat tertarik untuk membeli ponsel yang terlihat berbeda dari model lama, dan iPhone baru ini akan sesuai seperti yang diharapkan karena memperkenalkan perubahan desain pertama sejak 2014.

Akan selalu ada segmen pasar untuk vendor smartphone China seperti Oppo dan Vivo, bisa dimengerti bahwa banyak konsumen puas dengan harga yang terjangkau. Tapi, pembicaraan tentang Oppo dan Vivo mengalahkan manuver Apple di China itu terlalu dini.