Home Sosial Media Peretas Rusia Mengintai Karyawan Pentagon Melalui Pesan Twitter yang Disisipi Malware

Peretas Rusia Mengintai Karyawan Pentagon Melalui Pesan Twitter yang Disisipi Malware

39
BAGIKAN

Rusia mungkin telah menggunakan Twitter sebagai alat mata-mata internasional. Sebuah artikel yang diterbitkan Time hari ini menjelaskan laporan resmi yang beredar melalui komunitas intelejen, dan mengklaim peretas Rusia mengirim pesan Twitter yang disisipi malware kepada lebih dari 10,000 karyawan Departemen Pertahanan Amerika.

Peretas Rusia Mengintai Karyawan Pentagon Melalui Pesan Twitter yang Disisipi Malware 1

“Pesan ini menyisipkan cache pada halaman yang dibuka target, dan mengirimkan tautan tentang event olahraga pada akhir pekan sebelumnya” Time menjelaskan. “Ketika di klik, tautan tersebut mengalihkan pengguna menuju server yang dikendalikan Rusia dan kemudian mendownload sebuah program yang memungkinkan peretas Moscow mengambil alih ponsel, komputer dan akun Twitter korban”.

Ini merupakan taktik baru dari Rusia yang lebih banyak mengandalkan phising untuk menyebarkan malware melalui Twitter. Terkadang, manuver tersebut melibatkan kepentingan tertentu. Time juga menceritakan bahwa ada seseorang tentara Rusia berusia 42 tahun yang tinggal di Ukraina menyamar sebagai ibu rumah tangga di Amerika untuk mempengaruhi debat politik.

Akun bot juga menjadi pemeran utama pada sosial media Twitter selama pemilihan umum. Pada bulan Oktober, analis mengetahui sebuah akun (tidak memiliki follower) yang meniru remaja Amerika untuk menjatuhkan Trump. FBI juga dilaporkan menyelidiki Twitter sebagai bagian dari penyelidikannya yang berpengaruh pada pemilihan umum 2016.