Home Games Jangan Salahkan Game DoTA 2 Jika Nilai Kuliahmu Jeblok

Jangan Salahkan Game DoTA 2 Jika Nilai Kuliahmu Jeblok

915
BAGIKAN

Mungkin kamu bisa tertawa mendengar curhatan seorang teman yang mengatakan bahwa nilai mata kuliahnya jeblok akibat keseringan bermain game DoTA 2. Bagaimana bisa? apakah itu bercanda? alibi? atau sekedar intermezzo kalau anak itu benar-benar tak bisa membagi waktu antara bermain game dengan kuliah.

Mungkin jawaban yang tepat adalah anak itu tidak bisa membagi waktu antara bermain game DoTA 2 dengan belajarnya. Dan, pastinya kamu tahu dimana dan kapan waktu yang tepat untuk bermain game DoTA 2.

Menurut penulis, game DoTA 2 tidak seburuk itu. Melainkan sebuah game yang lebih banyak mengajarkan kita untuk belajar, contohnya: saling mengerti antar teman dalam tim, memutar otak bagaimana cara menghancurkan tower lawan, mengasah mental, media hiburan dan sebagai sarana olahraga (meng-klik mouse).

Game DoTA 2 bukanlah alasan jika nilai kuliah mu jeblok, karena faktor berikut ini:

1. Strategi

Strategi
Strategi via Dokumen Pribadi

Bukan hanya deketin cewek aja pakek strategi vrooh, tapi bermain game ini juga butuh strategi matang. Jika tidak, mungkin kamu bisa di kill dengan mudah oleh lawanmu.

Sebagai player awam mungkin berpikiran bagaimana cara membunuh lawan dari depan, main keroyokan dan pukul rata.

Tapi game DoTA 2 tidak seperti itu, bisa saja kamu bermain aman namun tidak selamanya kamu terus bermain demikian bukan?. Karena setiap permainan membutuhkan taktik dan kamu juga harus memahami bagaimana caranya menyuport teman, memberi dukungan, memancing lawan, membuka ruang dan sebagainya.

Begitu juga saat kuliah, kamu harus bisa mengatur waktu. Kapan bermain game, memilih waktu belajar yang tepat, explore mata kuliah lebih jauh, berorganisasi dan konsultasi ke dosen.

2. Mengasah Mental

Mengasah Mental
Mengasah Mental via theverge.com

Seperti dalam mata kuliah, ketika dosen merevisi makalah bolak-balik karena dirasa kurang lalu kamu menyerah begitu saja. Padahal, dosen tersebut ingin melihat kamu menjadi lebih baik dalam menyusun laporan dan lebih giat lagi mempelajari mata kuliah tersebut.

Sama halnya dengan DoTA 2, main sebentar lalu diejek oleh player lain atau dikatain karena memang kamu masih newbie dan belum sampai pada level permainan terbaik kamu langsung patah arang.

Ingat vrooh, Roma tidak dibangun dalam waktu sehari, begitu pula DoTA 2. Semakin sering kamu berlatih, semakin sering mentalmu diuji, semakin sering pula kamu berlatih melakukan sesuatu dibawah tekanan, semakin kuat juga mental kamu nantinya.

3. Teamwork

Teamwork
Teamwork via youtube.com

Pastinya, saat kuliah kamu pernah kerja kelompok dan mempresentasikan karya kelompokmu di kelas. Saat presentasi, disitulah akan terjalin teamwork dimana ada porsi moderator, penjelasan bagian secara bergantian dan menjawab pertanyaan dari mahasiswa lain.

Begitupun dengan game DoTA 2, adakalanya kamu tidak selalu menjadi nomor 1. Kamu menyuport, memancing lawan dan hal lainnya yang menguntungkan tim kamu.

4. Media Hiburan & Pembelajaran

Media Hiburan & Pembelajaran
Media Hiburan & Pembelajaran via iq.intel.co.uk

Sebagai mahasiswa perlu refreshing, sebagian mahasiswa menghabiskan waktu untuk jalan-jalan, icip-icip, dan mencari hiburan lainnya. Mungkin, kamu bisa menjadikan game ini sebagai media hiburan kamu saat penat dan ingin diam di kost. Karena, game ini dimainkan oleh user di seluruh belahan dunia.

Selain itu, kamu juga bisa belajar bahasa inggris vrooh…

Fakta lainnya: Skripsi berjudul “Representasi Kekuatan Pada Hero Perempuan Dalam DoTA 2” berhasil membawa mahasiswa ITB bernama Guguh Sudjatmiko lulus cumlaude. Skripsi ini membahas tentang hero wanita dalam DoTA 2, hero yang dijadikan sampel adalah Mirana.

Apakah dengan hal diatas kamu tetap beralasan bahwa game DoTA 2 adalah faktor utama jebloknya nilai kamu? berikan alasan di komentar, mengapa kamu bermain DoTA 2 dan share bagaimana caramu membagi waktu dengan kuliahmu vrooh.

Credit: Reza