Home Internet Avast Memperingatkan Bahaya dari Serangan Cyber kepada Seluruh Pengguna Internet

Avast Memperingatkan Bahaya dari Serangan Cyber kepada Seluruh Pengguna Internet

161
BAGIKAN

Avast adalah perusahaan perangkat lunak antivirus terkemuka, memperingatkan pada hari Kamis (18/17) terhadap peralatan rumah yang terhubung ke Internet, menyebut peretas akan menargetkan router rumahan sebagai ancaman utama bagi konsumen.

“Ini adalah hal sepele yang harus dilakukan dan mungkin tidak ada yang bisa dilakukan pengguna untuk memperbaikinya, selain membeli router baru”, papar CEO Avast, Vincent Steckler kepada wartawan.

CEO Avast Vincent Steckler
CEO Avast Vincent Steckler

Avast Chief Technology Officer, Ondrej Vlcek mengatakan bahwa semakin banyak orang menggunakan peralatan internet seperti yang dijelaskan maka merupakan “mimpi buruk ketika menyangkut masalah keamanan”.

Peralatan yang rentan meliputi perangkat TV, sistem radio, mesin kopi dan mainan menurut perusahaan yang mendapatkan sekitar 400 juta pengguna dan mencegah serangan malware serta kunjungan ke situs web berbahaya.

Pada bulan Februari, polisi London menahan seorang warga Inggris yang dicurigai melakukan penyadapan terhadap router rumahan yang dikelola oleh Deutsche Telecom pada November 2016. Serangan ini mengakibatkan perumahan di Jerman tidak memiliki koneksi.

Steckler mengatakan perusahaannya telah melakukan penyadapan pada sebuah pertunjukkan di Amerika untuk menunjukkan akibat dari serangan tersebut.

Avast mengubah firmware router, mengambil alih perangkat TV dan memutar pidato Barrack Obama berulang-ulang kali.

“Bahkan jika korban mematikan TV, router dapat menyalakannya kembali dan pengguna tidak bisa menonton siaran lain selain pidato Obama”, ujar Steckler.

“Saya tahu kebanyakan orang, terutama Amerika, lebih peduli dengan TV daripada data mereka, mungkin akan bersedia membayar uang tebusan untuk itu”, tuturnya sambil tertawa.

Keamanan internet menjadi topik hangat Jumat lalu ketika sebuah serangan ransomware menyerang lebih dari 300,000 komputer diseluruh dunia yang diantaranya menyadap Dinas Kesehatan Inggris, Pengiriman FedEx, Perusahaan Hitachi, Rumah Sakit Dharmais dan jaringan kereta api Jerman Deutsche Bahn.