Home Cerpenesia Aku Akan Tetap Melakukannya!

Aku Akan Tetap Melakukannya!

675
BAGIKAN

Sayang…

Apa yang paling kamu takutkan dari hubungan ini? bukankah pada dasarnya kita ialah dua orang berbeda yang saling mengadu emosi tapi pada akhirnya kita ialah sepasang manusia yang selalu menyiapkan punggung yang kuat dan pelukan yang erat jika salah satu atau sama-sama hati kita sedang tidak merasa kuat. Bukankah kita dua orang pemimpi yang kadang-kadang terlalu lelah untuk berlari tapi pada akhirnya kamu juga aku ialah ‘rumah’ ternyaman untuk selalu kembali pulang.

Lalu apa yang kamu takutkan dengan hubungan ini? kamu ketakutan jika lima belas atau dua puluh tahun mendatang aku sudah tidak akan seperti hari ini lagi cintanya? Ia, memang benar! Untuk nanti di lima belas-dua puluh tahun mendatang cintaku padamu tidak akan sama seperti hari ini lagi karena tentunya untuk hari-hari kedepan rasa cintaku padamu akan lebih bertambah lagi dari biasanya.

Apa kamu takut jika nanti keromantisanku padamu akan memudar seiring menuanya usia kita, kesibukan kita atau karena factor bertambahnya keturunan kita? Tenanglah.. untuk setiap harinya aku akan berusaha menjadi Pria yang paling terbaik yang bisa kamu banggakan dan andalkan. Aku akan tetap memegang tasmu kemana saja pada saat kita berjalan bersama. Aku akan tetap menemanimu kepasar, membantumu mencatat bahan-bahan dapur apa saja yang sudah dibeli dan belum. Aku juga yang akan membantumu mengangkat setiap belanjaanmu. Aku akan tetap mengantar dan  menjemputmu dikantor. Aku juga nanti akan membantumu mengurusi anak-anak kita, mengantikanmu memasak jika kamu sedang malas masak atau sakit. Aku juga nanti akan tetap menjadi dokter dadakan jika nyeri perutmu kumat karena tamu bulananmu.

Sayang…

Masih takutkah kamu soal lima belas atau dua puluh tahun kedepan soal akan seperti apa kita nanti? Tenanglah, aku akan tetap melakukannya untukmu. Aku akan tetap selalu mengsyukuri keberadaanmu yang sudah bersedia ikhlas mencurahkan sisa hidupmu untuk mau mengurusi dan tumbuh menua bersama pria sepertiku. Meski usia kita nanti sudah diatas enam puluh tahun, aku akan tetap mencintaimu seperti usia kita dua puluh dua tahun. Aku akan tetap mencintai keriputmu,perubahan warna rambutmu, matamu yang nantinya akan rabun atau seberapa banyak gigimu yang akan tanggal nanti aku akan tetap berusaha untuk tetap selalu membuatmu merasa menjadi wanita yang paling bahagia saat bersamaku.

Sayang…

Sudahlah, hapus segala ketakutanmu. Aku akan tetap melakukan hal-hal sederhana itu sampai usia yang sudah ditentukan Tuhan untuk kita hidup di dunia ini. Aku akan tetap melakukannya semampu dan setulus yang kubisa. Aku akan menjadi pria yang bangun pertama dipagi hari dan tidur paling larut. Aku akan terus bekerja keras untuk kebahagian kita bersama meski bagimu uang bukan segala-galanya tapi izinkanlah aku untuk bekerja keras lagi demimu dan keluarga kita nanti. Jangan takut. Perjalanan kita masih sangatlah jauh untuk kita hanya saling menyibukan diri dengan ketakutan-ketakutan murahan seperti itu.

Kita berdua tidak perlu terlalu memimpikan seperti apa surga itu kelak? buatlah surga dunia kita yang paling terbaik dulu untuk sekarang ini, selanjutnya biarkanlah Ia yang menentukan dimana posisi terbaik kita nanti.

Kamu surgaku, masih adakah yang lebih indah dari ini?