Home Internet 9 Dari 10 Website Datanya Di Bocorkan Kepada Pihak Ketiga

9 Dari 10 Website Datanya Di Bocorkan Kepada Pihak Ketiga

554
BAGIKAN

Penelitian Mengungkapkan 9 dari 10 Website Data Penggunanya Berhasil di dapatkan oleh Pihak Ketiga.

Pelacakan website tanpa sepengetahuan atau izin dari pengguna bukanlah hal baru, akan tetapi Anda jangan merasa heran bahwa pihak ketiga berhasil mendapatkan data-data penggunanya. Apakah Anda termasuk di dalamnya?.

Tim Libert, seorang peneliti privasi di Universitas Pennsylvania, mempublikasikan penelitian dan mereview untuk mencoba mengetahui hal tersebut.

9 dari 10 situs data penggunanya berhasil di dapatkan oleh pihak ketiga dan biasanya tanpa sepengetahuan penggunanya.

Untuk melakukan penelitian ini, Libert menggunakan software open source karyanya sendiri yang bernama webXray, sebelumnya program ini ia gunakan untuk menganalisis di bidang kesehatan dan situs porno. Dia menemukan bahwa sebagian situs data penggunanya berhasil di dapatkan, dan terkadang data tersebut dibagikan di seluruh web.

“Situs yang berhasil di dapatkan data-datanya ada sekitar sembilan domain eksternal, hal ini menunjukkan bahwa pengguna dapat dilacak oleh beberapa pihak yang saling terhubung,” tulis Libert di kabar harian.

“Jika Anda mengunjungi salah satu situs terkenal dari sejuta situs yang ada, maka sekitar 90 persen pihak ketiga akan mendapatkan informasi tentang browsing Anda,” kata Libert kepada Brian Merchant, Editor Senior di situs Motherboard. “Hal yang sering mengganggu adalah ketika Anda memilih pengaturan untuk tidak melacak saya “Private” pada browser, wajib diketahui bahwa kebijakan secara eksplisit menyatakan hampir semua perusahaan bersikap biasa akan hal ini dan akan mengabaikan Anda,” katanya, tergantung pada pengaturan browser bawaan yang Anda pilih.

“Pelaku terburuk adalah Google, yang melacak situs dari orang-orang di dunia hampir 80 persen dan tidak menghormati sinyal DNT (Do Not Track),” katanya.

Google tidak menanggapi permintaan situs ini untuk memberikan komentar, permintaan serupa dari situs Motherboard yang menanyakan tentang Ketentuan Layanan, dan Google menyatakan itu melanggar kebijakan untuk mengirimkan informasi pribadi kepada pihak ketiga. Mereka juga menawarkan kontrol privasi premium, pengaturan data sharing dan pilihan menggunakan ekstensi browser Chrome.

Di sisi lain, Facebook, tidak memberikan layanan untuk memperingatkan pengguna tentang Persyaratan bahwa mereka tidak akan melacak aktivitas browsing kita.

Teknologi seperti cookies, tag pixel (“photo”), perangkat atau pengenal lainnya dan penyimpanan pribadi (secara kolektif, “Cookies dan teknologi lainnya”) harusnya digunakan untuk memberikan keamanan, mengenalkan produk, jasa, iklan, dan itu semua keluar dari layanan Facebook.

Twitter menggunakan cara yang sama sekali berbeda untuk menangani masalah privasi dan Do Not Track. Akan tetapi Anda jangan senang dulu, karena mereka tidak mengabaikan sepenuhnya.

“Beliau mengatakan bahwa, Twitter sedang memimpin di industri dengan menghormati DNT dan layak mendapatkan apresiasi,” kata Libert. “Jika semua perusahaan bertindak seperti Twitter saya tidak akan banyak mengeluh dalam hal ini.”

Ingin menghindari pelacakan? Sayangnya Anda tidak memiliki banyak pilihan. Ekstensi browser dan VPN sangat membantu, tetapi satu-satunya cara untuk mendapatkan perlindungan yang sesuai yaitu dengan menggunakan layanan seperti Tor dan pastinya Anda akan bertanya bagaimana cara menggunakannya.

Apakah Anda punya pilihan yang lebih baik?