Home Riddlenesia 5 Cerita Riddle Plus Satu Creepypasta Untuk Kamu

5 Cerita Riddle Plus Satu Creepypasta Untuk Kamu

926
BAGIKAN

Hai pecinta Riddlenesia! Kali ini penulis akan berbagi 5 cerita riddle plus satu creepypasta untuk kalian nikmati sebelum tidur. Tapi tetap saja jangan lupa berdoa dulu sebelum tidur, biar nggak mimpi buruk.

5 Cerita Riddle Plus Satu Creepypasta Untuk Kamu

1. Jangan pergi ke dapur

Seorang gadis muda sedang bermain di kamar tidurnya saat ia mendengar ibunya memanggil dari ruang dapur. Oleh karena itu si gadis pergi menuruni tangga untuk bertemu ibunya. Selagi Ia berlari menuruni tangga, pintu lemari yang ada di seberang tangga tiba tiba terbuka, sebuah tangan keluar dari lemari tersebut dan menarik gadis itu ke dalam. Ternyata orang yang menarik gadis itu adalah ibu sang gadis. Ibunya lalu berbisik kepada gadis tersebut, “Jangan pergi ke dapur, aku juga mendengarnya.”

2. Pelacur

Aku adalah seorang perempuan yang memiliki gairah tinggi. Untuk menyalurkan nafsuku yang seakan tak pernah terpuaskan, aku berhubuhan badan dengan setiap laki laki yang aku jumpai. Aku meminum setiap cairan yang keluar dari tubuh mereka, tetap saja nafsuku ini tak pernah terpuaskan. Tak satupun dari mereka membuatku puas. Setelah berhubungan badan denganku mereka selalu saja tertidur dengan pulas. Laki laki memang begitu.

3. Memancing

Hari ini aku akan pergi ke suatu tempat untuk memancing ikan. Pasti menyenangkan rasanya bisa memancing ikan setelah aku keluar dari penjara, aku baru saja keluar dari penjara kemarin. Aku bangun pagi sekali untuk mempersiapkan diri. Setelah semuanya siap aku langsung pergi ke tempat memancing.

Tak lama kemudian akupun sampai di tempat memancing tersebut. Aku langsung membuka pakaian ku dan mengambil tongkat yang sudah di beri pisau tajam di bagian ujungnya. Aku melompat ke sungai tersebut dan langsung mendapatkan ikan. Saat aku akan naik ke perahuku seperti ada yang menggigit kakiku, dan rasanya nikmat sekali. Ya, sangat nikmat. Lalu aku memejamkan mata untuk merasakan kenikmatan yang tiada tara tersebut. Dan aku menenggelamkan seluruh badanku ke dalam sungai itu. Ah nikmat sekali…

4. Transporter

Aku memiliki sebuah pekerjaan. Yah bisa di bilang ini pekerjaan yang mudah, cukup mengandalkan kemahiran berkendara. Aku memang mahir dalam berkendara, dan aku senang melakukannya. Tapi aku harus sangat berhati hati. Gajiku bervariasi, tergantung orang yang menyuruhku. Tak jarang orang orang terkenal seperti politikus dan aktris aku antar. Dan tak jarang pula aku mengantarkan titipan tas. Tapi aku sangat jengkel dengan titipan tas-tas ini, selalu saja aku harus mencuci mobilku setelah mengantarkannya.

5. Soda Gembira

Hi, aku dina. Aku berumur 12 tahun. Aku hobi sekali melukis. Setiap hari aku melukis di kamarku. Aku senang membuat garis di setiap lukisanku, bahkan aku memiliki garis di perut, tangan, kaki, bahkan kepala.

Biasanya aku melukis sambil ditemani dengan segelas soda gembira. Soda gembira membuat aku menjadi fresh kembali, rasanya tidak ada kantuk yang menghinggapiku. Dua hari lalu ada sebuah keluarga kecil yang pindah ke samping rumahku. Keluarga itu memiliki anak seumuranku. Aku berkenalan dengannya dan aku ajak bermain di rumahku, untuk menunjukkan semua lukisanku. Dia terkagum kagum dengan lukisanku, dan dia ingin melihat bagaimana aku menggambarnya. Aku lalu menunjukkan bagaimana aku menggambar lukisan itu.

Setelah beberapa lama aku melukis, ternyata temanku mulai mengantuk. Aku pergi ke dapur dan mengambil soda gembira. Ah tidak ada gunting fikirku. Yasudah pakai pisau saja lalu aku pergi lagi ke kamarku untuk melihat temanku, apakah dia sudah tertidur atau belum. Dan ternyata belum. Aku memang sering sekali mengerjai teman temanku. Aku membuat beberapa garis di perutnya, wajahnya, begitupun tangan dan kaki. Lalu aku memberinya soda gembira. Dan dia langsung terkaget kaget, dibarengi dengan tawaanku dia berteriak. Mungkin karna lukisan garis yang ada pada tubuhnya. Aku tertawa sampai perutku sakit. Lalu keluarganya datang ke kamarku dan mengambil anaknya dan mereka pergi menggunakan mobil. Aku tak tau mereka akan pergi kemana.

Tiga hari kemudian mereka pindah dari rumah tersebut, tapi aku tak melihat temanku bersama orangtuanya. Kemana ya dia?’

Creepypasta

creepypasta

Ayahku membuka sebuah usaha jasa sewa mobil sejak 6 tahun lalu. Karena kegigihannya, kami sekeluarga mampu hidup dengan layak dan serba berkecukupan. Aku adalah anak pertama dari 4 orang bersaudara. Saat kutuliskan cerita ini, aku sudah menginjak umur 18 tahun dan baru saja lulus dari sebuah SMA ternama di Bali. Masa-masa liburan pra-kelulusan ini membuat hari-hariku dipenuhi kebosanan yang serasa tak berujung.

Pada saat itu, aku sedang berinternet ria dengan harapan dapat membunuh rasa bosanku. Ruang tamuku memiliki 2 jendela besar yang langsung menuju ke halaman depan dan garasi mobil. Saat itu, tepat pukul 23.12 malam, aku melihat sekelebat putih merangkak tepat di luar jendela ruang tamuku. Pada mulanya aku masih bisa positif thinking dan berpikir jika itu anjing. Lantas aku memastikannya. Aku keluar untuk mengecek jika benar itu adalah seekor anjing, namun tak dapat kutemui seekor anjing di gang depan rumahku. Tiba-tiba, dari kejauhan nampak sekelebat kain berwarna putih dengan rambut hitam kusut yang menjuntai ke bawah berdiri di bawah pohon mangga tetangga. Aku kaget, dan tidak bisa bergerak. Perlahan nampak ia memiringkan kepalanya ke arah kiri, dan mulai terdengar suara ketawa yang sangat familiar dalam mitos hantu indonesia, yakni Kuntilanak. Sontak aku lari ke dalam rumah dan menutup pintuku, mematikan lampu ruang tamu, dan lari ke kamarku dengan gemetaran.

Interaksi itu tidak ada apa-apanya. Hingga tepat kemarin, tanggal 29 April 2016. Pada saat itu, jam menunjukkan pukul 10 lebih. Aku sedang berselancar ria di dunia maya sambil menunggui mobil sewaan yang belum kunjung datang. Seluruh anggota keluargaku sudah tidur termasuk Mama dan adik-adikku, sedangkan ayahku sendiri belum juga datang ke rumah. Suasana ruang tamu saat itu biasa saja, dan tidak ada firasat atau perasaan jelek yang menghampiriku. Gorden jendela masih terbuka, dan beberapa tetangga masih lalu-lalang di gang depan rumahku. Rasa takut akan adanya penampakan terbesit lagi dalam pikiranku, tapi what the hell lah, yang penting aku bisa ngenet dengan tenang. Tiba-tiba mama datang dari belakang, dan duduk di sampingku dengan pandangan mengantuk. Lalu terjadilah dialog :
Aku : “Kok bangun lagi ma?”
Mama : “Iya do, ini yang nyewa mobil ngga dateng-dateng dari tadi.”
Aku : “Yaudah, disini dah tunggu dulu ma. Sekalian temenin download film.”
Mama : “Yaa”

Aku tenang-tenang aja waktu itu, ngga ada yang aneh menurutku. Aku lanjutkan aktivitasku dengan mendownload beberapa film thriller dan horror. Mama diam saja di belakangku, aku berpikir “Mama pasti ketiduran nih. Yaudah diemin aja, nanti kalo mobilnya dateng aku bangunin deh.”

Pas ketika jam 12 lebih, datanglah mobil sewaan milik ayahku. Kubangunkan Mama dengan pelan, dan kukatakan jika mobilnya sudah datang. Mama terbangun, dan membuka pintu ruang tamu yang tadi sudah kututup, dan bergegas berjalan keluar. Aku tetap diam di depan laptopku. “Mama sudah diluar. Biar yang nyewa mobil ini bayarnya ke Mama saja. Nanti aku yang nutup pintu pagar.” pikirku praktis. Jadi kulanjutkan browsing riaku ini.

Sesaat, setelah mobil terparkir dengan baik dan suara mesin mobil akhirnya mati, tiba-tiba terdengar suara “Permisi buk.” Aku celingukan. Aku bergegas berjalan keluar, menghampiri penyewa mobil ayahku. Kudapati ia berdiri seorang diri disana, benar-benar sendiri. “Berapa gus?” tanya bapak itu sopan. “150.000 Pak.” ucapku lagi. Lantas ia menyodorkanku uang sewa mobilnya kepadaku. Perasaanku masih tenang-tenang saja, karena pikiranku pasti Mama sedang kencing di kamar mandi luar (Aku memiliki 2 kamar mandi. 1 di samping garasi dan 1 lagi di kamar Ayah & Mamaku).

Tapi ada yang aneh. Lampu kamar mandi luar tidak terlihat menyala. Perasaanku mulai tidak enak. Kutolehkan kepalaku ke kiri dan ke kanan, mencari Mamaku. “Gus, nyari apa?” tanya bapak itu kebingungan. “Pak, tadi Mama saya kemana?”. Bapak itu tampak bingung dengan apa yang aku ucapkan barusan. Lalu ia menjawab, “Wah gus, perasaan tadi cuma gusnya aja yang keluar. Ngga ada siapa-siapa lagi.” Sontak bulu kudukku merinding lagi. Bapak itu akhirnya buru-buru permisi.

Aku yang masih ngga percaya, celinguk kiri kanan mencari Mamaku. Tapi tak dapat kutemukan Mama di luar. Hingga akhirnya kuputuskan untuk masuk lagi ke dalam rumah, dan kukunci pintu ruang tamuku. Aku berjalan ke kamar Ayah & Mama. Saat kubuka pintu kamarnya, tahukah apa yang kulihat?

Sesosok wanita berwarna hitam berdiri tepat di belakang kasur Mama, dan Mama yang tertidur pulas